Glaze Design bagian 3 ( finish )
Analisa bahan:
Sebelum anda memulai membuat rancangan Glasir, harus ada analisa bahan tiap bahan yang akan dipakai. Analisa ini bisa anda dapatkan dari pemasok bahan, atau mengirim contoh bahan ke laboratorium dan test untuk produk industry , salah satunya Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Jl. Jagir Wonokromo No. 360 Surabaya.
Contoh Glasir Transparant
Sodium Feldspar 18
Silika 22
Ball Clay 8
Calcium Carbonat 11
Barium Carbonat 12
Frit 16
Talc 5
Komposisi Kimia bahan yang dipakai untuk Contoh Glasir Transparant Continue reading
Glaze Design ( bagian 2 )
Untuk membuat glasir baru, saya selalu memakai perhitungan sistem “RO”, dengan sistem ini, kalau anda sudah mengetahui berapa nilai RO yang dibutuhkan pada temperatur yang anda pakai sekarang, akan mempermudah untuk menyesuaikan. Tetapi bagaimana bila akan membuat Glasir yang memerlukan temperatur tertentu? Atau bagaimana membuat Glasir baru karena salah satu bahannya sudah tidak bisa didapat? Pada artikel dengan judul “Glaze Design” ini, semoga saya bisa membuat anda mengerti dan bermanfaat. Dan harap bersabar untuk kelanjutan artikelnya, karena mempelajari satu topik ini memang tidak mudah, apalagi latar belakang saya adalah Seni. Tetapi dengan memakai cara ini saya bisa membuat 10-20 varian glasir pada temperatur yang sama, 80% baik, yang 20% perlu penyesuaian. dan untuk memudahkan perhitungan saya memakai Microsoft Access dan Excell. OK, untuk itu saya akan memulai dari dasar dulu.
Struktur Glasir keramik
Sistem “RO”
Seperti yang dapat Anda lihat pada diagram dibawah ini, komponen glasir dipecah menjadi tiga bagian. masing-masing diwakili oleh satu titik pada segitiga sama sisi. ‘R’ untuk menunjukkan elemen, dan ‘O’ untuk menunjukkan oksigen. Continue reading
Glaze Design ( bagian 1 )
Merancang glasur
Dalam istilah yang paling umum glasur dapat didefinisikan sebagai kaca yang memiliki komposisi yang disesuaikan sehingga akan menempel pada permukaan keramik. Seperti kaca lainnya glasur bisa berwarna dengan menambahkan pewarna tertentu. Misalnya, penambahan sekitar 1/2-l % Cobalt Carbonat (yang paling kuat dari semua pewarna), akan membuat warna biru dari dasar glasir.
Literatur keramik yang ada berisi ribuan resep untuk dasar glasur “putih”, penambahan pewarna dan pengubahan lainnya akan menjadi warna tertentu.
Kemungkinan dasar glasur yang bermanfaat jumlahnya tak terbatas.
Pertanyaannya adalah: Apa yang membuat glasir putih berbeda dari yang lain? Campuran apa yang membuat glasur dasar sangat bervariasi? Continue reading
Body Calculations
Body Mixing
In the manufacture of all ceramic products the requisite quantities of components (flint, stone, ball clay, china clay, bone, etc.), are measured in terms of weight or volume then subjected to a mixing process.
For most ceramic bodies, the actual mixing takes place in slips form, which ensures an intimate blending of the constituents and hence a uniform product. The original quantity of each component may, however, be measured out in the dry state or in slip form.
“Dry” Measurement
The component powder materials are simply weighed out then transferred to the mixing ark-due allowance being made for any moisture content
An older technique, sometimes used in the manufacture of bone
china, is to fill and level-off a “standard box” with the dry powder component. A specified number of boxes of each material is then used in the body mix. This of course, is an attempt to measure the dry materials on a volume basis. It suffers from errors due to inconsistent packing, and variable moisture contents of the raw materials.
“Wet” Measurement
The most widely used method, in British practice, is to obtain a stock of each Continue reading
Oxides
previously read the article glaze calculations
An oxide can be defined as a compound of two elements, one of which is oxygen.
The molecular formulae of glazes and frits are given in terms of molecular parts of the constituent oxides. The oxides are classified into three main groups:
( l ) Acidic Oxides
They are the oxides of non-metals. If soluble in water, they combine with it, forming an acid,
e.g. SO3+ H2O = H2SO4
They combine with bases to form salts. .
An example, using the acidic oxide CO2, is given below:
Ca(OH)2+CO2 = CaCO3+ H2O
Silica (SiO2) and boric oxide (B203) are the two main acidic oxides used in frits and glazes. They combine with other elements to form silicate and borate glasses.
(2) Basic Oxides Continue reading
Glaze Calculations
Glaze Calculations
Molecular Weights, Formulae and Use of Chemical Equations, Oxides;
Percentage Composition and Formula; Calculation of a Recipe from a Simple Glaze Formula; Given the Recipe of a Glaze Calculate the Formula
CHEMICAL equations are often used in ceramic calculations.
The great importance of chemical equations lies not so much in their being a convenient symbol to express the nature of the reagents and products of a chemical change, but in the fact that all chemical calculations are based on the use of formulae and equations in conjunction with atomic weights.
It is important to understand the use of these fundamental calculations as applied to ceramic materials. Once the formula of a compound is known, then it is a simple matter to calculate the molecular weight. Continue reading
Menghitung persentase bahan
Jika 50kg campuran, berisi 20kg bahan A. Berarti campuran itu mengandung 40% Bahan A. Perhitungannya adalah : Berat bahan A/ Berat campuran X 100
Atau: Jumlah bagian/Total jumlah X 100
Contoh 1 : 38 gram bahan A mengandung 7 gram iron(besi). Persentase iron adalah : 7/38 X 100 = 18,4% Continue reading
Calculating the percentage of ceramic
Perhitungan persentase di keramik, sering digunakan untuk menghitung kadar air, penyusutan suatu bahan, analisa bahan, berat timbangan suatu bahan, disamping itu banyak digunakan untuk menghitung kerusakan produksi, campuran warna dan sebagainya.
Contoh: 3% dari 1 ton Kaolin ( china clay ) = 3/100 X 1000 kg = 30 kg. Continue reading








Recent Comments