<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keramik88.com &#187; Cetakan Keramik</title>
	<atom:link href="http://keramik88.com/category/cetakan-keramik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keramik88.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 14:23:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>Tips trik membuat cetakan untuk casting keramik</title>
		<link>http://keramik88.com/cetakan-keramik/tips-trik-membuat-cetakan-untuk-casting-keramik.html</link>
		<comments>http://keramik88.com/cetakan-keramik/tips-trik-membuat-cetakan-untuk-casting-keramik.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 13:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keramik88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetakan Keramik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Trik Keramik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips trik keramik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keramik88.com/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[1. Gunakan gypsum yang baik: karena partikelnya lebih halus, hasil cetakan lebih tajam dan tahan lama. 2. Pengeringan : Pengeringan yang baik adalah panas matahari tetapi memerlukan sampai 2 hari. Kalau ingin cepat, bisa dibuatkan ruangan panas, sisa pembuangan panas dari tungku, asal tidak lebih dari 150C. karena cetakan akan retak dan pecah. Cetakan lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Gunakan gypsum yang baik:</strong> karena partikelnya lebih halus, hasil cetakan lebih tajam dan tahan lama.</p>
<p><strong>2. Pengeringan :</strong> Pengeringan yang baik adalah panas matahari tetapi memerlukan sampai 2 hari. Kalau ingin cepat, bisa dibuatkan ruangan panas, sisa pembuangan panas dari tungku, asal tidak lebih dari 150C. karena cetakan akan retak dan pecah. Cetakan lebih besar pengeringan lebih lama.</p>
<p><strong>3. Supaya cetakan mudah dilepas:</strong> kalau model dari plastik, mudah dilepas. Tetapi kalau modelnya juga dari gypsum, langsung dituang dengan cairan gypsum, tidak akan bisa di lepas. Supaya bisa dilepas, sebelum dibuat cetakan, permukaan model gypsum perlu dilapisi cairan sabun, supaya mudah dilepas. Saya memakai sabun hijau dicairkan dengan air panas, setelah cair dan masih hangat, lapisi permukaan cetakan gypsum menggunakan spon atau kuas. Tunggu sampai lapisan pertama meresap ke pori-pori model.  Ulangi beberapa kali sampai permukaan mengkilap, keringkan. Setelah kering coba masukkan air sedikit, kalau sudah mersap berarti sudah bisa mulai dituang dengan cairan gypsum.<span id="more-1560"></span></p>
<p><strong>4. Cetakan gypsum banyak gelembung udara.</strong> Anda ingin cetakan yang bebas dari gelembung udara, atau memanag sengaja membuat banyak gelembung udara ? Agar tidak banyak gelembung udara, ketika mencampur gypsum dengan air memakai bor ( electric mixer ), pastikan pisau baling-baling berada didasar wadah pencampur cairan gypsum. Sehingga baling-baling tidak nampak di permukaan. Putar lebih perlahan. Kalau menggunakan tangan ( pakai kaos tangan plastik) waktu mengaduk, telapak tangan berada di dasar wadah pencampur gypsum, sambil di aduk perlahan.</p>
<p><strong>5. Menyambung cetakan yang patah.</strong> Cetakan yang pecah atau patah, bisa anda pakai lagi dengan merekatkan dengan lem tetapi cetakan harus kering dulu. Lem tidak boleh berada di permukaan tempai keramik di tuang. Contoh lem Castol dll. Kalau memakai Super Glue, Alteco, tempat daerah yang patah di celup air dulu. Baru di lem dengan Super Glu. ( Kebalikan dari lem Castol )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keramik88.com/cetakan-keramik/tips-trik-membuat-cetakan-untuk-casting-keramik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daur ulang di keramik</title>
		<link>http://keramik88.com/ceramic-problems/di-keramik.html</link>
		<comments>http://keramik88.com/ceramic-problems/di-keramik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 21:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keramik88</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceramic Problems]]></category>
		<category><![CDATA[Ceramic techniques]]></category>
		<category><![CDATA[Cetakan Keramik]]></category>
		<category><![CDATA[keramik]]></category>
		<category><![CDATA[daur ulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keramik88.com/?p=1289</guid>
		<description><![CDATA[Daur ulang banyak dilakukan pada kertas, sampah, biji-bijian, plastik dan lainnya. Demikian juga di keramik. Semua bahan yang sudah tidak terpakai atau buangan dari proses produksi sebenarnya bisa didaur ulang. 1. Potongan, cuilan dari hasil finishing waktu masih mentah. 2. Cetakan Gypsum yang sudah rusak atau sudah banyak kali dipakai 3. Pecahan keramik yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Daur ulang banyak dilakukan pada kertas, sampah, biji-bijian, plastik dan lainnya. Demikian juga di keramik. Semua bahan yang sudah tidak terpakai atau buangan dari proses produksi sebenarnya bisa didaur ulang.</p>
<p style="text-align: left;">1. Potongan, cuilan dari hasil finishing waktu masih mentah.</p>
<p style="text-align: left;">2. Cetakan Gypsum yang sudah rusak atau sudah banyak kali dipakai</p>
<p style="text-align: left;">3. Pecahan keramik yang sudah melalui proses bakar,  misalnya jatuh pecah, kerusakan pada waktu proses pembakaran seperti retak, gupil dsb</p>
<p style="text-align: left;">4. Kapsel, atau tempat untuk membakar piring, cangkir, mangkok</p>
<p style="text-align: left;">5. Kertas decal yang sudah terbuang.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Bagaimana cara mendaur ulang ? <span id="more-1289"></span></strong></p>
<p><strong>1. Potongan, cuilan dari hasil finishing waktu masih mentah.</strong></p>
<p>Setelah dari proses mencetak, keramik yang masih mentah perlu di finishing, kalau cetakan udah tua, atau kotor, pada belahan cetakan ada kelebihan bahan yang tidak diharapkan yang perlu dibuang.  Pada bagian atas biasanya ada kelebihan bahan yang biasanya dibuang.  Buangan tersebut dikumpulkan jangan sampai campur dengan sampah lain. Hindari dari sampah ampelas, keras, pisau, besi dll.</p>
<p><em>Sisa dari bahan Casting:</em><br />
Timbang semua buangan dari finishing, misalnya 100 Kg. Masukkan dulu air kurang lebih 40-45 % dari jumlah buang bahan. Jadi masukkan air dulu 40-45 Kg. Tambahkan Water Glas atau Sodium Silicate sebanyak 0,2-0,4% dari jumlah bahan. Setelah itu baru buangan  bahan dimasukkan. Giling kembali buangan  bahan tersebut selama 30 menit sampai satu jam. Atau kalau tidak ada penggiling bahan memakai bor tangan yang dilengkapi baling-baling kecil.</p>
<p><em>Sisa dari bahan Jigger atau Filter Press</em><br />
Prosesnya sama dengan diatas, cuman airnya bisa 60-80% dari jumlah bahan, dan tidak memakai tambahan Water Glas atau Sodium Silicate.</p>
<p><strong>2. Cetakan Gypsum yang sudah rusak atau sudah banyak kali dipakai. </strong></p>
<p>Bisa anda lihat <a href="http://keramik88.com/cetakan-keramik/daur-ulang-gypsum.html">disini</a> . Oops&#8230;,<strong> </strong>ternyata sudah saya terjemahkan kedalam bahasa Inggris. Baiklah saya bahas lagi, Gypsum bekas masih bisa dipakai lagi, biasanya untuk boneka, kapur tulis, vas bunga dari gypsum dan sebagainya. Tetapi bagaimana cara untuk mendaur ulang?</p>
<p>Pastinya harus dihancurkan dulu, bisa manual atau memakai mesin. Yang penting harus halus menjadi  bubuk . Kalau pakai mesin, memakai Hammermill, Jaw crusher.</p>
<p>Setelah siap menjadi bubuk, siapkan wajan besar dari aluminium atau wajan dari besi baja. Masukkan bubuk gypsum bekas tadi, goreng diatas api yang tidak terlalu besar. Diaduk aduk terus, pertama terasa  berat, lama kelamaan akan terasa ringan, ini menandakan bahwa proses penggorengan akan selesai atau cukup. Dinginkan, coba dicampur dengan air dengan perbandingan air 60 gypsum 100. Air dimasukkan dulu baru gypsum, aduk sampai kental dan tuangkan kesembarang tempat. kalau mengeras berarti penggorengan tadi cukup baik.</p>
<p>Kalau tidak mengeras, kemungkinan waktu penggorengan kurang lama atau terlalu lama.  Mesti dicoba sendiri.</p>
<p><strong>3. Pecahan keramik yang sudah melalui proses bakar,  misalnya jatuh pecah, kerusakan pada waktu proses pembakaran seperti retak, gupil dsb</strong></p>
<p>Pecahan keramik seperti ini, biasanya dibuang. Sebetulnya bahan buangan tersebut masih bisa dipakai lagi, dan bila dicampurkan kedalam campuran keramik, akan mengurangi keretakan pada proses produksi, serta bisa mengurangi kerusakan yang biasanya muncul pada hasil pembakaran seperti retak seribu. dan mengurangi penyusutan bahan setelah proses pencetakan dan pembakaran.<strong> </strong></p>
<p>Pecahan keramik tersebut dihancurkan dulu sampai sebesar biji jagung, untuk memudahkan proses penggilingan. Bisa dicampurkan kedalam campuran keramik sampai 30%.</p>
<p><strong>4. Kapsel, atau tempat untuk membakar piring, cangkir, mangkok</strong></p>
<p>Kapsel, atau Saggar adalah tempat untuk piring, cangkir agar bisa ditumpuk sampai atas. Kalau pecah, masih bisa didaur ulang dijadikan Kapsel lagi dengan menambahkan tanah liat dan kaolin. Kalau masih banyak bisa dicampurkan kedalam campuran bahan sampai 10%. Ini bersifat Grog.</p>
<p><strong>5. Kertas decal yang sudah terbuang.</strong></p>
<p>Kertas decal yang sudah dipakai, biasanya dibuang. Tetapi kalau mau dimanfaatkan bisa digunakan untuk kertas daur ulang atau Recycle Paper.</p>
<p>Bagaimana caranya? mungkin sudah banyak yang sudah memanfaatkannya.</p>
<p>Celupkan kertas buangan tadi kedalam air selama 12 jam, lebih lama lebih baik. Kalau kertas koran tidak perlu terlalu lama. Tetapi kertas sisa decal ini mempunyai serat yang rapat dan keras, tidak mengandung bahan pengisi. Jadi harus cukup lama. Setelah itu ambil blender yang biasa dipakai rumah tangga untuk menghaluskan buah, sambal dsb. Masukkan air kurang lebih 2 sampai 3 kali volume kertas. blender sampai halus. sehingga menjadi bubur kertas.  Masukkan kedalam ember/ tempat yang besar seperti tempat mandi anak-anak dari plastik, maukkan air dulu baru bubur kertas tadi. banyaknya air tergantung dari mau setebal apa kertas yang akan dibuat. Siapkan pigora kayu sebesar yang anda inginkan, misalnya sebesar kertas A4, 20X30 cm. Pasang plastik kasa nyamuk seperti memasang kanvas lukisan, atau seperti memasang kain screen pada sablon.  Masukkan kasa tadi yang sudah dipasang pigora kayu kedalam air bercampur bubuk kertas. Angkat lurus keatas pigora tsb. seperti menyaring sesuatu.  sehingga terdapat lapisan bubuk kertas tadi. Jemur hingga kering. Setelah kering kertas akan terkelupas dan anda telah berhasil membuat kertas daur ulang.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keramik88.com/ceramic-problems/di-keramik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: keramik88.com @ 2012-02-05 23:58:45 -->
