HOME
Home » ceramic ( English language ) » keramik » PROTECTION » Cara mengatasi masalah Glasir

Cara mengatasi masalah Glasir

Posted at Mei 30th, 2009 | Categorised in ceramic ( English language ), keramik, PROTECTION

Glaze troubleshooting

Di Industri keramik, masalah mesti akan muncul karena beberapa sebab, yang utama karena pemakaian bahan baku yang tidak stabil. Bahan dari alam mempunyai beberapa lapisan, dengan kadar misalnya Silika yang berbeda-beda. Untuk memperkecil masalah tersebut biasanya pemasok bahan keramik yang besar, mengolah bahan tersebut dihancurkan sehingga berbentuk kecil atau kadang bubuk, kemudian digiling didalam mesin penggiling sehingga keluar berbentuk noodle ( mie besar )

Masalah yang umum dan kebanyakan adalah sebagai berikut:

Pinhole

pinhole-glase

Glasir Pinhole

Barangkali yang paling sering terjadi pada Glasir, adalah Pinhole (lubang jarum). Terdapat lubang kecil diatas permukaan Glasir yang menembus sampai permukaan Clay Body/ keramik. Ini disebabkan adanya gas-gas yang lepas dari dalam bahan keramik selama pembakaran (firing), didalam Clay Body/ Barang Keramik terdapat bahan-bahan ( karung plastik bekas bahan, kayu, akar tanaman dll ) yang kecil yang mudah terbakar pada temperatur yang lebih rendah, sehingga setelah bahan itu terbakar duluan, akan membentuk lubang-lubang didalam Clay Body, kemudian gas yang terjadi keluar kepermukaan Glasir ( Glaze ).
Perbaikan yang paling umum adalah dengan membakar clay body/ barang keramik dengan temperatur mendekati titik leleh glasir, misalnya titik lebur glasir pada cone 05 ( 1030C ) maka pembakaran pertama body ( bisque, biasa disebut biscuit ) pada cone 03 ( 1000C )
Atau siklus pembakaran diperpanjang misalnya temperatur tertinggi cone 6 ( 1190C ), kalau biasanya dibiarkan pada temperature itu ( langsam ) selama 1 jam, tambahkan 15 menit atau 30 menit lagi.
Memperlambat siklus pendinginan, mempertipis lapisan glasir ( glasir lebih cair ), menambahkan flux kedalam glasir, kurangi persentase ZnO pada komposisi Glasir.


Crazing

Glasir Crazing

Glasir Crazing

Glasir yang Crazing ( retak seribu ) memperlihatkan retak-retak halus dipermukaan Glasir. Karena semakin lama ( bulan/ tahun ) bertambah banyak, sehingga disebut Retak Seribu. Kadang dengan mudah bisa terlihat, kadang karena terlalu halus, permukaan glasir dikuas dengan cairan sumba baru terlihat.
Crazing disebabkan karena penyusutan Glasir dan Clay Body tidak seimbang.
Cara mengatasinya dengan mengurangi penyusutan Glasir dengan menambahkan bahan yang penusutannya sedikit misalnya Silika.
Atau merubah campuran Clay Body dengan menambah penyusutan.

Shivering

Glasir Shivering

Glasir Shivering

Shivering adalah keadaan dimana pada tepi cangkir bagian atas, atau pada pegangan cangkir, terutama yang sudutnya tajam Glasirnya lepas dari Clay Body. Bisa disebut juga mengelupas ( Peeling ).

Shivering ini lawan ( kebalikan ) dari Crazing. Ini disebabkan karena Clay Body penyusutannya rendah setelah keluar dari oven.  Cara mengatasinya tambahkan bahan yang penyusutannya lebih banyak ( flux ) pada Clay Body, atau lakukan kebalikannya dari Crazing.

Crawling

Glasir Crawling

Glasir Crawling

Glasir Crawling cirinya seperti Glasir tidak mau lengket ke Clay Body( kalis )
Ini bisa disebabkan karena waktu glasir tangan yang memegang bahan keramik berminyak, atau permukaan kotor,
Bisa juga karena ketebalan Glasir tidak sama,dimana yang paling tebal akan Crawling ( kalis ). Mengggiling Glasir terlalu halus, Clay Body yang akan dimasukkan kedalam oven, terlalu basah.
Cara mengatasinya kurangi ketebalan dari lapisan Glasir dengan menambahkan air kedalam cairan Glasir

Blisters

Glasir Buble

Glasir Buble

Permukaan Glasir melepuh, terlihat seperti lubang kawah kecil .
Penyebabnya adalah karena pemakaian Glasir terlalu tebal, atau barang keramik yang dilapisi Glasir tidak cukup kering. Atau bisa juga karena Over Firing. Pembakaran terlalu tinggi.

download link

Tags :

13 Komentar for Cara mengatasi masalah Glasir

  • maman fathurohman berkata:

    salam kenal Pak.sya mau menanyakan,supaya glasur tahan gores dan tahan asam,baiknya diberi apa?terima kasih.

    • admin berkata:

      Salam kenal juga, seharusnya glasur yang dihasilkan pembakaran tinggi tahan asam. Ketahan gores ada ukurannya, digores apa dulu, dan seberapa tingkat kekuatan goresnya dan bahan yang dipakai untuk menggores. Bila dilihat dari komposisi bahannya, pada umumnya kekurangan kadar silika. Saya bisa menjawab lebih jelas bila anda mengirimkan data bahan campuran yang dipakai, lebih baik bila ada analisa bahan. Serta suhu yang diinginkannya. Agar saya bisa menghitung dan menganalisa kekurangan bahannya

      • maman_fathurohman berkata:

        y.trima kasih atas jawabannya Pak.kalau cara menghitungnya gmn pak.berapa standar minimal silika yg harus dopenuhi baik body dan glasur.trims

        • admin berkata:

          Kadar silika yang dibutuhkan untuk body dan glasur, tidak bisa ditentukan berapa persen atau berapa bagian, tergantung dari suhu pembakaran, dan jenis bahan yang lain. Perlu diketahui bahwa tiap bahan mengandung silika, kecuali calcium, barium ( disebut RO). Sedangkan bahan yang lain seperti Feldspar, kaolin, clay ( tanah liat ) mengandung bahan silika, yang tidak sama kadarnya. Clay A kadar silikanya tidak sama dengan Clay B, demikian juga Feldspar, dan kaolin. semoga jawaban saya bisa diterima.

  • maman_fathurohman berkata:

    ya,trimakasih atas jawabannya Pak.klo pngetesan crazing manual,keramik suhu 1180/stoneware caranya gmn?trims

    • admin berkata:

      Karena crazing bisa terjadi setelah beberapa lama kemudian, perlu antisipasi dengan pengetesan. Oven dengan suhu 300-400 derajat, buka seketika, celupkan kedalam air.
      Bila terlihat crazing, berarti nantinya juga akan crazing. Tambahkan 5-10 silika kedalam body atau di glasir. Semoga bisa membantu

  • maman_fathurohman berkata:

    oven dg suhu 300-400 ditahan berapa jam pak?trims

  • kholqi berkata:

    Pengaruh silika di body dan glazir apa sama thd nilai COE,?,, Trima ksh

    • admin berkata:

      Apakah yang anda maksudkan COLE (Coeffisient Of Linear Extensibility)? maaf saya tidak pernah memakai istilah itu selama belajar keramik, saya harap anda bisa menterjemahkan lebih sederhana, agar pembaca yang lain ikut mengerti

  • kholqi berkata:

    COE mksdnya Coeffecient of thermal expantion atau koefesient panas linier.
    Atau dg kata lain angka perubahan panjang bahan thd panas

    • admin berkata:

      OK terima kasih atas penjelasannya, memang betul silika sangat mempengaruhi expantion terhadap body dan glasur, peranan silika memang sangat penting di keramik. pengembangan dan penyusutan bisa diatur dengan penambahan dan pengurangan kadar silika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Related Post to Cara mengatasi masalah Glasir

Pottery, Types, Procedures, and Techniques

Posted at Mei 9, 2011

Earthenware is porous pottery, usually fired at the lowest kiln temperatures (900°-1200° C/1652°-2192° F). Depending on the clay used, it turns a buff, red,... Read More

Types of Pottery

Types of Pottery

Posted at April 19, 2011

Ceramics Originally from the Greek keramos meaning pottery. Of or relating to the manufacture of, or any product such as earthenware, porcelain, or brick, made... Read More

Cara menuangkan lumpur keramik kedalam cetakan

Posted at Maret 24, 2011

Sebelum anda menuang lumpur ( slurry ) keramik, harus di periksa kekentalannya, jangan terlalu cair atau terlalu kental. Cara pengukurannya bisa anda lihat pada... Read More

Body Calculations

Body Calculations

Posted at Maret 16, 2011

Body Mixing In the manufacture of all ceramic products the requisite quantities of components (flint, stone, ball clay, china clay, bone, etc.), are measured... Read More

Studio Keramik PPPPTK Yogyakarta

Posted at Maret 2, 2011

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga guru produktif untuk Sekolah Menengah Kejuruan, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Sleman... Read More