HOME
Home » keramik » Mempersiapkan Bahan Campuran Keramik :

Mempersiapkan Bahan Campuran Keramik :

Posted at Mei 6th, 2009 | Categorised in keramik

Mempersiapkan Bahan Campuran Keramik :

Bila akan membuat Bahan Campuran Keramik terutama dari bahan yang belum pernah dipakai, atau sudah pernah dipakai tetapi baru datang bahan yang sama, kemungkinan dengan lokasi pengambilan yang berbeda? kita tidak tahu, bukan?
Untuk itu kita perlu sangat berhati-hati, dengan mengadakan percobaan-percobaan sebelum dipakai untuk produksi.


Pertama coba dengan timbangan bahan sebanyak 1 kg dulu, kemudian dengan timbangan yang lebih berat misalnya 10kg, 20 kg, 50 kg, kalau coba 10 kg atau 20 kg sudah bagus, baru  berani untuk produksi. Kalau baru coba 1 kg, jangan coba-coba untuk produksi, karena dengan bahan lebih sedikit, kepekaannya sangat tinggi, misalnya beda timbangan 20 gram saja sudah bisa lain hasilnya bila dibesarkan.
Semua bahan yang akan dicoba harus kering. Karena semua komposisi yang diberikan dikondisikan dalam keadaan kering.

molen 200 kg

molen 200 kg

Bagaimana bila bahan-bahannya basah?
Biasanya bahan silica, feldspar, sedikit mengandung air, bahkan kebanyakan kering.
Yang banyak mengandung air adalah Clay ( tanah liat ) kandungan air bisa 15 – 25%.
Cara menghitung Persentase air didalam clay ,
Berat basah Clay- Berat kering Clay : Berat kering Clay x 100%
Misalkan Berat Basah Clay = 98 gram
Berat  Kering Clay = 88 gram
Jadi persentase air didalam Clay = 98-88:88x 100%= 11,4%.

Jadi kalau perlu 1000 gram  clay didalam komposisi, maka yang ditimbang tidak 1000 gram tetapi 1000 gram x 111,4% = 1114 gram.

Contoh lagi :
Berat yang diperlukan 120 gram, % kadar air 5, berat yang harus ditimbang 126 gram.
Berat yang diperlukan 180 gram, % kadar air 15, berat yang harus ditimbang 207 gram.

Berat Clay + Berat Air = Berat Clay Basah

Berapa air yang dibutuhkan untuk ditambahkan?
Kalau kita akan membuat bahan untuk tuang ( casting slip ), penambahan air yang tepat dianjurkan. Biasanya penambahan air sekitar 40 s/d 50% dari berat kering.
Tambahkan Water Glass ( Sodium Silicate ) sebanyak 0,40 s/d 0,50% dari berat bahan kering. Semakin banyak penambahan water glassnya, semakin  cair bahan yang diperoleh. Tetapi bahan akan menjadi lebih keras dan mudah retak.
Jadi hati-hati dengan pemakaian Water Glass.

Kalau untuk bahan yang memakai cetakan jigger, kita memerlukan filter press untuk mengurangi kadar air didalam body, penambahan air tidak perlu tepat, karena airnya nanti dibuang lagi melalui filter press. Cuman, kalau air terlalu banyak, kerja filter press lebih lama. Biasanya air yang diperlukan sekitar 80% dari berat kering.
Ditambahkan Soda Ash sekitar 0.2% dari berat bahan kering, agar bahan lebih cair, dan mempercepat proses  penghalusan, dan mempercepat waktu giling di Ball mill.

Contoh komposisi :
Silika     150 gram kadar air 0% bahan yang diperlukan    150 gram
Kaolin 500 gram kadar air 2% bahan yang diperlukan     510 gram
Clay    350 gram kadar air 15% bahan yang diperlukan    402,5 gram
Total bahan yang diperlukan, 150+510+402,5= 1062,5
Kadar air terkandung = 1062,5-1000= 62.5 gram.
Misalnya dibutuhkan penambahan air 45% = 1000x 45/100= 450 gram air ( 450 cc air )
Jadi air yang dibutuhkan adalah 450 gram – 62,5 gram = 387,5 gram ( cc ) untuk 1000 gram bahan tadi.

Penambahan air mempengaruhi Berat Jenis  cairan Clay Body.
Contoh seperti dibawah ini :
BD 1,40 persentase air 48 %
BD 1,45 persentase air 45,5 %
BD 1,50 persentase air 43 %
BD 1,55 persentase air 40,5 %
BD 1,60 persentase air 38 %

Contoh tersebut tidak selalu benar, karena tergantung BD bahan masing-masing, perhitungan tersebut diatas hanya untuk perbandingan saja.

Nah ! bila bahan sudah disiapkan dan ditimbang, test kita yang pertama, kalau untuk Bahan Tuang ( Casting Slip ), siapkan potmil yang cukup untuk bahan 1 kg.

potmill beserta ballstone

potmill beserta ballstone

lampu pengering untuk kadar air dan restan saringan

lampu pengering untuk kadar air dan restan saringan 250 watt

Masukkan airnya dulu, tambahkan water Glass, kemudian baru bahan-bahannya. Setelah itu tutup rapat dan mulai digiling. Tunggu sampai 1 jam kemudian, dibuka tutup potmilnya, ambil cairan bahan sebanyak 200 gram untuk diukur Restan Saringan-nya.

12 Komentar for Mempersiapkan Bahan Campuran Keramik :

  • Elcoj berkata:

    Greatings, Ugh, I liked! So clear and positively.
    Thank you

  • izzi berkata:

    Hallo
    Mau tanya
    kalau isulator listrik, yg warna putih, seperti di fiiting bohlam, dan kompor listrik, apakah dari keramik juga?
    keramik warna putih bahannya apa saja ya?
    dimana saya harus beli bahan keramik warna putih?
    thanks

    • keramik88 berkata:

      Bahan baku yang putih, kecuali Kaolin, di Indonesia belum ada yang bagus. Kalau putih di Isolator listrik itu memakai Glasir Opaq, yang bahan pewarnanya Zirconium Silicate

  • witarsa berkata:

    hallo,saya mau tanya,untuk membuat transfer paper selain kertas koran apa bisa pakai kertas minyak atau kertas roti.?

  • rudi berkata:

    kalo bahan keramik di malang dimana ya

    • Anonim berkata:

      anda bisa ke LIK Malang, (Lembaga Industri Kecil ) disana bahan keramik sudah diolah seperti Ready Mix, jadi tinggal dicetak, di lapisi glasir langsung dibakar, dulu bisa beli bahan disana, dibentuk sendiri, numpang glasir dan bakar, kita tinggal membakar ongkos bakar.

  • agusss berkata:

    apakah keramik bisa digunakan untuk alat pemanggang?

    • admin berkata:

      Bisa, asal campuran komposisinya untuk keperluan tersebut. Untuk memanasi jamu gerabah aja bisa, asal apinya kecil untuk kompor LPJ. Kalau bahan bakar dari kayu lebih aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Related Post to Mempersiapkan Bahan Campuran Keramik :

Types of Pottery

Types of Pottery

Posted at April 19, 2011

Ceramics Originally from the Greek keramos meaning pottery. Of or relating to the manufacture of, or any product such as earthenware, porcelain, or brick, made... Read More

Cara menuangkan lumpur keramik kedalam cetakan

Posted at Maret 24, 2011

Sebelum anda menuang lumpur ( slurry ) keramik, harus di periksa kekentalannya, jangan terlalu cair atau terlalu kental. Cara pengukurannya bisa anda lihat pada... Read More

Studio Keramik PPPPTK Yogyakarta

Posted at Maret 2, 2011

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga guru produktif untuk Sekolah Menengah Kejuruan, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Sleman... Read More

Ceramic Ball mill Machinery

Mencampur bahan keramik

Posted at Februari 15, 2011

Mencampur bahan keramik, pada awalnya hanya dicampur dengan tangan dan cangkul, kemudian diinjak-injak dengan kaki, kemudian ditambahkan air sedikit demi sedikit sampai merata. setelah... Read More

Keramik

Posted at Februari 12, 2011

Di Indonesia keramik dikenal dengan Gerabah, Tembikar atau periuk belanga. Pada jaman Hindu sudah dikenal keramik, dengan peninggalan tembikar, peralatan  untuk makan, tempat penyimpanan... Read More