Visitor Keramik88


View My Stats

Grosir PIN

PIN

Mesin Press Kaos & MUG

Flat-Heat-Press-Machine-CE

Slider

[cycloneslider id="slider1"]

Ceramic techniques

How to make mini decoration kiln

Gambar di mug yang memakai tinta sublim, mempunyai kelemahan dalam hal ketahanan untuk jangka panjang. Misalnya, warna yang bisa memudar, tidak tahan gores. Kelebihannya bisa mencetak gambar yang menyerupai foto. Untuk mencetak gambar atau logo, barang promosi yang memerlukan jangka panjang, solusinya adalah memakai teknik sablon keramik. Sablon keramik pada umumnya sablon untuk gelas ( 580C-620C), Sablon keramik ( 780C-820C) dan untuk pembakaran yang lebih tinggi seperti piring Monalisa produksi saya 15 tahun yang lalu memakai temperatur 1200C.

Untuk temperatur sampai 900C, saya mencoba membuat tungku dengan memakai kawat kanthal, yang biasa disebut kawat neklin yang bisa anda dapatkan di toko elektrik. Lama pembakaran hanya memerlukan 30 menit untuk temperatur 620C dan 60 menit untuk temperatur 820C.

Ayo kita mulai membuat sendiri tungku keramik untuk dekorasi, pertama cari ( kalau cari ndak dapat, mesti beli ),  kawat neklin diameter 0,8 – 1 mm, sepanjang 25 meter yang dibagi dua alur. buatlah spiral berdiameter 10-12 mm. Untuk membuatnya, cari pipa, selang plastik atau kayu yang mempunyai diameter 10mm. Lilitkan terus sampai habis.  ( lihat gambar dibawah ) Continue reading

How to Repair a Broken Kiln Element

Bagaimana cara memperbaiki kawat kanthal yang putus?  Kawat kanthal putus, bisa disebabkan karena sudah lama dipakai, kawat menempel pada alur yang lain bila ada lebih dari satu alur, atau pada kanthal yang berupa ulir menempel atau terlalu rapat sehingga kawat akan menerima panas yang tidak merata, atau suhu yang terlalu tinggi, bisa juga karena keramik menempel pada kawat. Karena sifat kanthal sebelum dipakai masih lunak, mudah untuk dibentuk, setelah dipakai, terutama pada temperatur yang tinggi akan mengeras dan mudah sekali patah, akan sulit untuk menyambung kembali.

Caranya untuk menyambung kembali:

Panaskan ujung yang patah dengan las karbit atau las LPG, sambil Continue reading

Measure the melting point glaze

Measure the melting point glaze, atau mengukur titik leleh glasir.
Kegunaan pengukuran ini untuk mengetahui berapa tingkat pelelehan suatu glasir pada temperatur tertentu. Biasanya saya menggunakan untuk mengetahui:
1. Apakah temperatur tungku yang satu sama temperaturnya dengan tungku yang lain, dengan menggunakan bahan glasir yang sama untuk pengetesan. Meskipun saya sudah menggunakan termocouple pada setiap tungku, dan menetapkan temperatur tertentu, tetapi hasilnya pembakaran tidak sama pemanasan yang diterima oleh barang keramik didalamnya.
Misalnya tungku A dan B sudah ditetapkan temperatur dan waktu pembakaran, kadang tungku A hasilnya lebih matang dari tungku B. Bila menggunakan cara pengetesan tersebut, bisa diketahui tingkat pelelehan dimana sudut tungku yang lebih matang, karena mungkin disebabkan adanya kebocoran pada sisi tungku, sehingga angin dingin masuk dari luar, yang akan mengacaukan pengukuran pada termocouple yang posisinya berada dibagian atas tungku.
2. Bila saya akan membuat glasir baru, apakah titik lelehnya mencukupi, dengan membandingkan dengan glasir yang saya pakai sebelumnya pada temperatur dan tungku yang sama.

Continue reading

Pottery

II.          Types, Procedures, and Techniques
Earthenware is porous pottery, usually fired at the lowest kiln temperatures (900°-1200° C/1652°-2192° F). Depending on the clay used, it turns a buff, red, brown, or black color when fired. To be made waterproof, it must be glazed. Nearly all ancient, medieval, Middle Eastern, and European painted ceramics are earthenware, as is a great deal of contemporary household dinnerware. Stoneware—water-resistant and much more durable—is fired at temperatures of 1200°-1280° C (2191°-2336° F). The clay turns white, buff, gray, or red and is glazed for aesthetic reasons. (Pottery fired at about 1200° C/2192° F is sometimes called middle-fire ware; its earthenware or stoneware traits vary from clay to clay.) Stoneware was made by the Chinese in antiquity and became known in northern Europe after the Renaissance (14th century to 17th century). Porcelain is made from kaolin, a clay formed from decomposed granite. Kaolin is a white primary clay—that is, a clay found in the earth in the place where it was formed and not transported there by rivers; secondary clays, borne by rivers to the site of deposit, contain impurities that give them various colors. Porcelain is fired at 1280°-1400° C (2336°-2552° F); it is white and often translucent. Porcelaneous ware was first made in China, hence its common name china. Chinese porcelain is less vitrified (and therefore softer) than its modern European counterpart, which was developed in Germany in the early 18th century. European imitations of Chinese porcelain are also made; called soft-paste or frit porcelains, they are fired at about 1100° C (about 2012° F). In the mid-18th century, English potters invented bone china, a somewhat harder ware that gained whiteness, translucency, and stability through the inclusion of calcium phosphate in the form of calcined (fired, chemically altered) ox bones.

A.          Preparing and Shaping the Clay
The potter can remove some of the coarse foreign matter natural to secondary clays, but coarse matter can also be used in varying quantities to Continue reading

Glaze Design ( bagian 1 )

Merancang glasur
Dalam istilah yang paling umum glasur dapat didefinisikan sebagai kaca yang memiliki komposisi yang disesuaikan sehingga akan menempel pada permukaan keramik. Seperti kaca lainnya glasur bisa berwarna dengan menambahkan pewarna tertentu. Misalnya, penambahan sekitar 1/2-l % Cobalt Carbonat (yang paling kuat dari semua pewarna), akan membuat warna biru dari dasar glasir.
Literatur keramik yang ada berisi ribuan resep untuk dasar glasur “putih”,  penambahan pewarna dan pengubahan  lainnya akan menjadi warna tertentu.
Kemungkinan dasar glasur yang bermanfaat jumlahnya  tak terbatas.
Pertanyaannya adalah: Apa yang membuat glasir putih berbeda dari yang lain? Campuran apa yang membuat glasur dasar sangat bervariasi? Continue reading

Mencampur bahan keramik

Mencampur bahan keramik, pada awalnya hanya dicampur dengan tangan dan cangkul, kemudian diinjak-injak dengan kaki, kemudian ditambahkan air sedikit demi sedikit sampai merata. setelah itu baru dicampur air dengan ditambahkan Water Glass untuk mengurangi penambahan air, penambahan Water Glass ini untuk mencetak keramik tuang. Bila untuk mencetak memakai mesin jigger hanya ditamnbahkan air saja.

Setelah teknik keramik semakin maju, sekarang menggunakan Ball Mill untuk mencampur bahan keramik. Ball mill adalah tabung dari besi yang dilapisi batu ( lining Stone ) atau memakai karet, untuk menghindari pengikisan besi tabung. dengan memakai lapisan karet Ball mill, akan lebih efisien, waktu penggilingan lebih cepat dan menghemat listrik. Didalam Ball mill, diisi dulu dengan batu, yang disebut Ball stone.

Agar lebih cepat halus, volume Ball Stone, bahan baku, air harus setengah volume Ball mill. Dibawah ini adalah gambar penampang dari Ball Mill, menunjukkan bahan keramik yang sudah halus. Kalau bahan baru masuk, ketinggian bisa 3/4 bagian Ball Mill.

Continue reading

Making Silicone Molds

Silicone rubber is an ideal material for making molds of lifecastings and other objects used in sculpture, special effects and taxidermy. As with liquid latex, it yields a light, flexible, detailed mold, but has the added advantages of longer life, resistance to chemicals and decomposition. It is the recommended material for making long-lasting molds. A silicone mold also can be made in less time than a latex mold, if “fast” catalysts are used. Among silicone’s few disadvantages is that it is more expensive than latex, and not quite as elastic or tear resistant.

The most common silicone compounds used for mold making are RTV or “Room Temperature Vulcanizing” silicones that are mixed in two parts (a base and a catalyst) to induce curing. The silicone mixture is poured or spread over a prepared model or specimen, then reinforced with gauze or other reinforcing material between layers for increased strength and tear resistance Continue reading

Creating a beautiful plate of glass former

Glass former which is not able to use your home, unfortunately that is not used, such as former glass windows, glass table mats and more. And you can buy the remaining pieces of glass in the glass shop to be made selling valuable goods.

This technique is also called Fused Glass

You have to prepare:
Small kiln for ceramics that can be used for temperature 900C
Pieces of glass
Moulds for glass.
1. Small kiln, at least enough room to burn the fuel-wide design your plate. And the temperature can reach 1000 C
2. Pieces of glass used, which should be cut as wide molding that you create. The good 3-5 mm thick.
3. Glass mold, you can make from gypsum. Continue reading

Langganan Artikel

Artikel baru akan selalu dikirim ke Email anda bila mendaftar, isi alamat Email yang benar, klik Daftar. Setelah itu cek Email anda untuk konfirmasi dengan klik link yang dikirim. Untuk lebih jelasnya, lihat "Cara Daftar" diatas

Masukkan alamat Email:

Delivered by FeedBurner

Video keramik88