Visitor Keramik88


View My Stats

Grosir PIN

PIN

Mesin Press Kaos & MUG

Flat-Heat-Press-Machine-CE

Slider

[cycloneslider id="slider1"]

Bocah Jepang Belajar Keramik

Advertisment

Kamis, 8 Januari 2009 | 15:25 WIB

Empat bocah asal Jepang tampak antusias menyimak kata-kata seniman keramik, Jenny Lee, yang juga guru seni keramik Sekolah Jepang Surabaya. Bocah siswa kelas tiga dan empat SD terlihat tekun mengikuti kegiatan bertajuk “Surabaya Time” yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak Negeri Sakura itu, khususnya seni keramik, tari, dan batik.

“Program Surabaya Time itu merupakan kegiatan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak Jepang yang belajar di Sekolah Jepang Surabaya sesuai dengan ketertarikan dan minat mereka kepada kebudayaan Indonesia,” kata guru kelas tiga Sekolah Jepang Surabaya, Kanazawa Shinya, didampingi Eko Karyano, Manajer Bisnis Sekolah Jepang Surabaya, Rabu (7/1) di Studio Keramik Jenny Lee, Jalan Mastrip Bogangin 21, Surabaya.

Jenny Lee yang sejak dua bulan lalu menjadi pengajar seni keramik di Sekolah Jepang Surabaya dengan sabar membimbing keempat bocah tersebut mengenal lebih jauh tentang proses pembakaran keramik dalam tungku hingga proses glasir atau pewarnaan pada keramik.

“Jangan terlampau tebal karena keramik yang sudah diproses setengah matang itu mudah menyerap bahan pewarna. Jadi, tipis-tipis saja saat mengglasir keramik itu biar saat proses pembakaran tidak gampang pecah,” kata perupa Agus “Koecink” Soekamto kepada bocah Jepang yang sedang mengglasir keramik.

Advertisment

Bocah-bocah asal Jepang itu tak saja mendapat pengetahuan singkat tentang cara menata keramik di dalam tungku pembakaran, tetapi juga bagaimana membuat muk, mangkuk, atau daun dari bahan stoneware, earthernware, dan porselen hingga mewarnai keramik dengan citra-citra gambar atau lukisan yang indah.

“Sebelum diglasir, keramik itu terlebih dahulu harus dibersihkan, jangan sampai ada debu yang menempel. Setelah diglasir dan digambar, baru diproses pembakaran dalam tungku dengan suhu 1.200 derajat Celsius,” ucap Jenny Lee, alumnus ISI Yogyakarta.

Keempat bocah Jepang itu sesekali mengusap tangannya yang belepotan bahan pewarna atau glasir. Sesekali pula mereka mengelap keramik yang belepotan menggunakan spon basah. Sebab, keramik yang belepotan itu amat mengganggu tatkala hendak digambar dengan ornamen-ornamen. “Setelah bersih dan tidak belepotan, baru kita gambar atau lukis,” kata Jenny Lee.

Nito Kimihiko, salah seorang siswa kelas IV, yang tertarik belajar membuat keramik mengatakan, Indonesia memiliki peralatan makan yang bermacam-macam, baik model maupun bentuknya, seperti piring, mangkuk, dan muk. “Saya ingin tahu bagaimana cara membuatnya karena itu saya tertarik untuk belajar seni keramik dan senang bisa belajar langsung di studionya Bu Jenny,” tuturnya.

Sumber asli :

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/01/08/1525374/.bocah.jepang.belajar.seni.keramik

Advertisment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel

Artikel baru akan selalu dikirim ke Email anda bila mendaftar, isi alamat Email yang benar, klik Daftar. Setelah itu cek Email anda untuk konfirmasi dengan klik link yang dikirim. Untuk lebih jelasnya, lihat "Cara Daftar" diatas

Masukkan alamat Email:

Delivered by FeedBurner

Video keramik88