HOME
Home » Kisah Sukses di Keramik » Bocah Jepang Belajar Keramik

Bocah Jepang Belajar Keramik

Posted at Agustus 23rd, 2009 | Categorised in Kisah Sukses di Keramik

Kamis, 8 Januari 2009 | 15:25 WIB

Empat bocah asal Jepang tampak antusias menyimak kata-kata seniman keramik, Jenny Lee, yang juga guru seni keramik Sekolah Jepang Surabaya. Bocah siswa kelas tiga dan empat SD terlihat tekun mengikuti kegiatan bertajuk “Surabaya Time” yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak Negeri Sakura itu, khususnya seni keramik, tari, dan batik.

“Program Surabaya Time itu merupakan kegiatan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada anak-anak Jepang yang belajar di Sekolah Jepang Surabaya sesuai dengan ketertarikan dan minat mereka kepada kebudayaan Indonesia,” kata guru kelas tiga Sekolah Jepang Surabaya, Kanazawa Shinya, didampingi Eko Karyano, Manajer Bisnis Sekolah Jepang Surabaya, Rabu (7/1) di Studio Keramik Jenny Lee, Jalan Mastrip Bogangin 21, Surabaya.

Jenny Lee yang sejak dua bulan lalu menjadi pengajar seni keramik di Sekolah Jepang Surabaya dengan sabar membimbing keempat bocah tersebut mengenal lebih jauh tentang proses pembakaran keramik dalam tungku hingga proses glasir atau pewarnaan pada keramik.

“Jangan terlampau tebal karena keramik yang sudah diproses setengah matang itu mudah menyerap bahan pewarna. Jadi, tipis-tipis saja saat mengglasir keramik itu biar saat proses pembakaran tidak gampang pecah,” kata perupa Agus “Koecink” Soekamto kepada bocah Jepang yang sedang mengglasir keramik.

Bocah-bocah asal Jepang itu tak saja mendapat pengetahuan singkat tentang cara menata keramik di dalam tungku pembakaran, tetapi juga bagaimana membuat muk, mangkuk, atau daun dari bahan stoneware, earthernware, dan porselen hingga mewarnai keramik dengan citra-citra gambar atau lukisan yang indah.

“Sebelum diglasir, keramik itu terlebih dahulu harus dibersihkan, jangan sampai ada debu yang menempel. Setelah diglasir dan digambar, baru diproses pembakaran dalam tungku dengan suhu 1.200 derajat Celsius,” ucap Jenny Lee, alumnus ISI Yogyakarta.

Keempat bocah Jepang itu sesekali mengusap tangannya yang belepotan bahan pewarna atau glasir. Sesekali pula mereka mengelap keramik yang belepotan menggunakan spon basah. Sebab, keramik yang belepotan itu amat mengganggu tatkala hendak digambar dengan ornamen-ornamen. “Setelah bersih dan tidak belepotan, baru kita gambar atau lukis,” kata Jenny Lee.

Nito Kimihiko, salah seorang siswa kelas IV, yang tertarik belajar membuat keramik mengatakan, Indonesia memiliki peralatan makan yang bermacam-macam, baik model maupun bentuknya, seperti piring, mangkuk, dan muk. “Saya ingin tahu bagaimana cara membuatnya karena itu saya tertarik untuk belajar seni keramik dan senang bisa belajar langsung di studionya Bu Jenny,” tuturnya.

Sumber asli :

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/01/08/1525374/.bocah.jepang.belajar.seni.keramik

No comment for Bocah Jepang Belajar Keramik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Related Post to Bocah Jepang Belajar Keramik

Ceramico Studio Bandung

Posted at Oktober 6, 2011

Mungkin jarang ada yang tahu bahwa pada tahun 1995, di Bandung ada Studio keramik, yang didirikan oleh Ir. Waskito ( alm). berawal dari hobby, percobaan... Read More

Sukses dengan Mozaik Keramik

Sukses dengan Mozaik Keramik

Posted at Agustus 23, 2009

Ditulis oleh : F Lenny K Di tangan Rosita, pecahan keramik yang biasanya dibuang,  bisa menjadi barang bernilai seni tinggi.  Ikuti perjalanan kreatif Rosita... Read More

Tinggalkan Kerja Kantoran, Bisnis Keramik

Tinggalkan Kerja Kantoran, Bisnis Keramik

Posted at Agustus 23, 2009

KEINDAHAN alam bawah laut mengundang decak kagum seorang gadis bernama Kurniawaty Gautama (30). Keindahan itulah yang ia tuangkan setiap kali membuat keramik, hobi yang... Read More