HOME
Home » Berita keramik » Pendidikan Keramik » Apresiasi kehidupan lewat keramik

Apresiasi kehidupan lewat keramik

Posted at November 3rd, 2011 | Categorised in Berita keramik, Pendidikan Keramik

TEMPO Interaktif, Bandung – Empat pistol sejenis tampak berjejer. Di tiap ujung larasnya tergantung balon hijau muda. Masing-masing balon digambari kantong duit dan tumpukan uang receh, telepon genggam, berlian, dan yang paling ujung berupa tanda tanya. Tanda itu menunjukkan cerita belum berakhir.

Instalasi itu seperti merekam berbagai peristiwa kriminal sejenis tentang kekerasan untuk mendapat harta atau benda berharga. Untungnya, pistol itu tidak akan meletus karena hanya terbuat dari keramik. Karya Luthfi Anwar berjudul Halal itu menjadi salah satu pengisi pameran bersama keramik bertajuk “Cerita Kami Tentang Hidup”.

Selain Luthfi, ada pula Bonggal J. Hutagalung, Danang Wijayakusuma, Ignasius Tommy, Maria Josephina, Rizki Andina, Sekarputri, Yugie Kartaatmaja, dan Zulkarnaen Omar Andries. Pameran yang digelar segelintir seniman keramik muda itu berlangsung 12 hingga 22 Januari di Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Bandung, Jawa Barat.

Keramik dalam pameran ini ada yang tampil sendiri, seperti empat pasang sepatu kasual dewasa karya Maria Josephina yang berjudul Atributif. Demikian juga Monyet-monyet Pengharap buatan Danang Wijayakusuma berupa 20 ekor monyet kecil sedang duduk berbaris dan menghadap pemimpinnya.

Pada kebanyakan kreasi, keramik hadir berpasangan dengan media lain seperti meja di ruang makan. Suasana rumah itu diusung Sekarputri untuk mengangkat tema kekerasan dalam rumah tangga berjudul Bad Defense.

Sekar memasang permukaan meja bundar bergaris tengah sekitar 1 meter pada dinding. Penempatan itu membuat pengunjung seakan melihat meja itu tepat dari atas. Di atas meja berwarna putih tersebut, sehelai taplak kain brokat hijau menempel berantakan.

Piring-piring dan wadah keramik berbentuk lingkaran serta persegi panjang menindih taplak. Pada bagian dasar enam keramik, tampak wajah lelaki, perempuan, dan seorang anak kecil. Mereka terlihat kecewa, putus asa, sedih.

Hulu atau muara suasana kelam itu diperjelas oleh tangan seorang lelaki dengan mulut menganga tengah menjambak rambut seorang perempuan. Tema itu diringkas oleh sebuah piring keramik coklat dengan bercak putih sehingga dari jauh terlihat seperti retak.

Menurut Sekarputri, pameran ini ingin menampilkan perasaan, masalah, dan pandangan pribadi masing-masing seniman mengenai hidup. “Kami berusaha mengapresiasi kejadian dalam hidup kami melalui media keramik,” ujarnya. Keramik sendiri telah menjadi bagian dari hidup mereka.

Penulis artikel : ANWAR SISWADI

Judul asli artikel : Kisah Hidup Tergelar Lewat Keramik

Sumber artikel : http://www.tempointeraktif.com/hg/seni/2011/01/20/brk,20110120-307698,id.html

 

No comment for Apresiasi kehidupan lewat keramik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image

Related Post to Apresiasi kehidupan lewat keramik

Membuat gerabah sendiri di Sitiwinangun

Posted at November 8, 2011

Ketika lihat gerabah jakarta tentu kita sadar produk gerabah jakarta bukan berasal dari ibukota indonesia, yuk kita baca artikel tentang pembuatan gerabah di sitiwangun.... Read More

Bila Petenis Melukis Keramik

Posted at November 4, 2011

NUSA DUA, Kompas.com – Petenis Jerman, Sabine Lisicki melakukan hal yang sama sekali berbeda. Dia mengerjakan sebuah hal yang memang sudah lama menjadi hobi... Read More

Melatih kreasi anak-anak membuat keramik

Posted at November 2, 2011

Ada satu tempat untuk belajar keramik untuk anak-anak, melatih ketrampilan dan kreasi anak-anak anda di museum layang-layang. Membuat Kreasi Keramik yuk… Bagaimana yah cara... Read More

Ceramico Studio Bandung

Posted at Oktober 6, 2011

Mungkin jarang ada yang tahu bahwa pada tahun 1995, di Bandung ada Studio keramik, yang didirikan oleh Ir. Waskito ( alm). berawal dari hobby, percobaan... Read More

Uniknya Perhiasan Berbahan Keramik

Uniknya Perhiasan Berbahan Keramik

Posted at Maret 26, 2011

Surabaya – Perhiasan memang diyakini mampu menambah esensi penampilan kita. Temasuk juga perhiasan dari keramik. Dengan berbagai style, dari yang klasik hingga yang mewah,... Read More